Pekanbaru, Dapurredaksi.Com – Asap pekat akibat kebakaran hutan yang menyelimuti sejumlah kawasan telah berlangsung sejak sepekan terakhir dan tak kunjung mereda di Pekanbaru, Riau, Kamis, (27/08/2026).
Akibat kabut asap, aktivitas warga mulai terganggu, salah satunya dunia pendidikan dengan menerapkan proses belajar mengajar dengan sistem pembelajaran jarak jauh atau PJJ.
Pembelajaran jarak jauh dengan sistem daring telah berlangsung sejak hari Senin 24 Agustus untuk semua jenjang pendidikan mulai TK hingga SMA.
Dalam sistem daring, guru harus tetap datang ke sekolah untuk memberi materi pembelajaran bagi anak melalui zoom dan memberi tugas bagi siswa untuk dikerjakan di rumah.
Wali Kelas dan Guru bidang studi tetap melakukan absensi kehadiran siswa setiap hari meskipun melalui pembelajaran daring.
Agar tidak membebani siswa dan orang tua murid dalam mendampingi anak belajar daring, pihak sekolah memberi materi yang sederhana.
Wakil Kepala Sekolah SD Babussalam, Pekanbaru, Karim Syaefullah, mengatakan, “majelis guru diimbau supaya memberikan materi sederhana agar tidak membebani siswa dan orang tua saat mendampingi anak-anak mereka waktu pembelajaran daring”.
Sesuai dengan surat edaran Wali Kota yang dikeluarkan beberapa hari lalu mengimbau agar sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh hingga hari Jumat 28 Agustus 2026, dan akan ditinjau Kembali.
Bila kabut asap belum teratasi diperkirakan PJJ akan diperpanjang untuk menjaga siswa agar tidak terpapar berbagai penyakit yang ditimbulkan akibat asap, seperti; ISPA, batuk, dan mata perih.***






