Pekanbaru, Dapurredaksi.Com – Kebakaran hutan dan lahan belum teratasi di sejumlah wilayah di Provinsi Riau, Jumat (28/08/2026).
Salah satu titik api masih terpantau di sekitar kawasan Hutan Suaka Margasatwa Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.
Sedikitnya sudah lima hektare kawasan hutan suaka margasatwa kerumutan hangus dilalap api, yang mengancam habitat satwa dilindungi, salah satunya Harimau Sumatera.
Tim pemadam gabungan masih terus berjibaku di lokasi kebakaran untuk melakukan pendinginan.
Pemadaman dilakukan oleh tim darat dengan menyuntikkan air hingga ke dasar gambut, sementara tim udara dengan melakukan water bombing menggunakan helikopter.
Selain itu, tim pemadam kebakar gabungan dari BMKG, BPBD, TNI dan Polisi, juga melakukan teknik modifikasi cuaca atau TMC dengan menyemai garam di udara agar turun hujan.
Sepanjang bulan Agustus, petugas telah menyemai 30 ton garam sehingga dalam dua hari terakhir mulai turun hujan dalam skala kecil.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, mengatakan, kebakaran hutan riau belum sepenuhnya teratasi.
petugas akan meningkatkan operasi modifikasi cuaca karena dinilai efektif dalam percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Secara keseluruhan hasil analisis citra satelit yang dilakukan Kementerian Kehutanan, luas lahan terbakar sepanjang tahun 2026 lebih kurang 16.000 hektare.
Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah karena sebagian kawasan masih terbakar.***






