PEKANBARU, DAPURREDAKSI.COM – Sebanyak 120 personel gabungan dari Polda Riau kembali diberangkatkan untuk menjalankan misi kemanusiaan melalui Satuan Tugas (Satgas) Darurat Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di berbagai wilayah di Bumi Lancang Kuning.
Pemberangkatan personel tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Riau, Brigjen Pol. Hengki Haryadi, pada Rabu (15/4/2026) di halaman Mapolda Riau.
Dalam keterangannya, Brigjen Hengki menyebutkan bahwa personel yang diturunkan terdiri dari 70 personel Brimob, 30 personel Ditsamapta, dan 20 personel Ditpolairud.
“Total ada 120 personel gabungan yang akan bertugas dalam Satgas ini untuk membantu pembangunan dan perbaikan jembatan di sejumlah wilayah di Riau,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan pendekatan humanis dan responsif.
“Program ini hadir sebagai jawaban atas berbagai kebutuhan sosial masyarakat, khususnya dalam mendukung aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah,” jelasnya.
Mengusung tema “Menjembatani Peradaban, Menggapai Harapan Melalui Jembatan Merah Putih Presisi”, Satgas ini diharapkan mampu menjadi penghubung antara institusi kepolisian dan masyarakat, sekaligus memberikan solusi konkret di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, Satgas akan disebar ke sejumlah daerah guna mendukung stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan elemen masyarakat.
“Satgas ini ditargetkan membangun dan memperbaiki sebanyak 83 jembatan. Untuk tahap awal, sebanyak 44 jembatan akan mulai dikerjakan sejak 15 April hingga 15 Mei 2026,” paparnya.
Program ini juga menjadi bagian dari transformasi Polri menuju institusi yang semakin Presisi, yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.
Dengan kehadiran Satgas Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II, diharapkan kepercayaan publik terhadap Polri terus meningkat, seiring hadirnya pelayanan yang cepat, tepat, dan humanis di tengah masyarakat.






